KAMPOENG TERCINTA
Kamis, 27 November 2014
Senin, 24 November 2014
Awal mula pagurawan
Sejarah Asal Usul Perdagangan Pagurawan
Manusia yang selalu berinteraksi satu dengan yang lain sejak dahulu sampai sekarang mengetahui tentang adanya hubungan kerjasama. Hubungan kerjasama yang dilakukan ini ada yang bersifat lokal maupun kerjasama dengan daerah lain. Salah satu bentuk hubungan kerjasama yang sering terjadi diantara manusia adalah hubungan dagang.
Kemudian perdagangan berkembang, hubungan perdagangan yang terjadi belakangan tidak hanya di dalam satu wilayah saja, namun sudah ke luar daerah dan mencakup pedagang asing. Hal ini didorong oleh kebutuhan hidup manusia yang meningkat terhadap suatu barang. Di masa lalu setiap transaksi dagang yang terjadi pasti berkaitan dengan kapal, pedagang, barang dagangan dan bandar (pelabuhan).
Sejarah Bandar Perdagangan Pagurawan tidak terlepas dari Kerajaan Pesisir. Karena Kerajaan Pesisir berada di daerah Batubara. Kemudian Kerajaan Pesisir merupakan salah satu kerajaan bercorak Melayu yang pernah tumbuh dan berkembang di Sumatera Timur. Kerajaan Pesisir ini termasuk wilayah hukum daerah Batu Bara, dimana Kerajaan Pesisir di pimpin oleh Datuk Panglima Muda seperti yang dinyatakan oleh Tahir (2008 : 196)
Kerajaan Pesisir berdiri pada tahun 1723 yang dipimpin oleh Datuk Panglima Muda. Datuk Panglima Muda mempunyai tiga (3) orang putera yaitu anak pertama bernama Datuk Muda Jalil, anak kedua bernama Datuk Muhammad Idris dan anak ketiga bernama Datuk Muda Husin. Datuk Panglima Muda sering berlayar dengan membawa barang dagangannya sampai ke daerah Timur dan Barat. Sebelum Datuk Panglima Muda mangkat, maka Datuk Panglima Muda mengajari anaknya yang bernama Datuk Muda Jalil untuk berlayar dan berdagang. Tujuannya adalah untuk menggantikan Datuk Panglima Muda ketika ia sudah mangkat. Maka sebelum Datuk Panglima Muda mangkat maka Datuk Panglima Muda melantik puteranya Datuk Muda Jalil sebagai penggantinya dan Datuk Muda Husin untuk membantu abangnya, sedangkan Datuk Muhammad Idris yang bergelar Datuk Pemuncak keluar dari Kerajaan Pesisir mencari tapak baru untuk dijadikan perkampungan.
Di awali di kawasan pematang (tanah tinggi), Datuk Muhammad Idris berlabuh untuk melihat keadaan alamnya yang memiliki keistimewaan yakni jarak antara laut dengan sungai yang memiliki jarak yang dekat. Oleh karena itu Oleh Datuk Muhammad Idris membuka kuala sungai menjadi sebuah kampung yang disebut dengan Pagurawan.
Nama Pagurawan berawal dari pergurowan dari para raja Pagurawan dan raja Siantar. Yang diperjelas lagi oleh Ok Jera’in ( Kamis, 17 Juni 2010) bahwa Nama Pagurawan di buat karena orang-orang yang di Pagurawan suka bergurau (bercanda), maka dibuatlah nama kampung ini menjadi Pagurawan (Pergurauan) sekitar abad 19.
Adapula beberapa kampung untuk persinggahan bagi para Jiran, antara lain Nenas Siam, Kampung Bogak, Kampung Durian, Limau Kipas, Megung.
Setelah dibuka menjadi sebuah kampung, Banyak para nelayan yang agak sukar pulang ke daratan yang di sebabkan karena angin kencang dan faktor lainnya. Karena di kampung tersebut agak sukar menyimpan cadangan makanan, yang diakibatkan menanggung kebutuhan dari para nelayan yang tidak bisa pulang, begitu juga dengan pendatang-pendatang dari Simalungun. hal ini merupakan kebijakan dari Datuk Muhammad Idris mengarahkan semua rakyatnya untuk membuka sawah ladang, menanam padi serta bercocok tanam termasuk juga tanaman-tanaman keras seperti kelapa, rumbiah, nipah, lada dan segala jenis buah-buahan. Dan akhirnya berita ini tersebar kemana-mana dan membuat kampung tersebut ramai hingga menjadi sebuah bandar perdagangan, menjalin hubungan sosial, ekonomi dan politik.
Adapula faktor-faktor di mana Pagurawan menjadi pusat Perdagangan yaitu, letak Kuala Pagurawan, dimana Sebelah Barat dengan Kabupaten Sergei, Sebelah Timur dengan Desa Nanas Siam, Sebelah Utara dengan Selat Sumatera, Sebelah Selatan Kelurahan Pangkalan Dodek Baru. Setelah pembukaan kampung Pagurawan oleh Datuk Muhammad Idris, pagurawan tumbuh dengan pesat banyak Kerajaan-kerajaan tetangga yang bekerja sama dengan Kerajaan Pagurawan. Pagurawan memiliki keadaan alam yang cukup baik, muara kualanya lebar dan alur kualanya cukup memperoleh tongkang dan perahu-perhu besar senang untuk keluar masuk.
Kini, Pagurawan masih dapat dilihat keeksisannya dalam bidang Bandar perdagangan, terutama dalam hal pasar hewani laut. Banyak terlihat kapal-kapal yang masih menepi di tepi-tepi jermal pelabuhannya. Hasil tangkapan laut itu dikumpulkan kepada agen-agen hasil tangkapan laut tersebut. Dan kemudian (restoran-restoran, rumah makan), atau juga mengirimkannya kepada pasar-pasar tradisional di sekitar wilayah Pagurawan, Batubara, atau daerah yang lebih jauh lagi seperti kota Siantar, Kota Tebing Tinggi, bahkan Medan.
Langganan:
Postingan (Atom)